Teknik Biosistem

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Forum komunikasi antara pelaku usaha dan ahli teknologi pati (FORPATI), jembatan penghubung antara perguruan tinggi dan pelaku usaha sumber daya pati


May 21st, 2018 | Posted by: David Marpaung


Peresmian forum komunikasi pelaku usaha dan ahli teknologi pati (FORPATI) oleh Soni Solistia, Deputi kepala BPPT Bidang Teknologi Agro dan bioteknologi (atas). Keterlibatan Institut Teknologi Sumatera dalam FORPATI (bawah)

Forum komunikasi antara pelaku usaha dan ahli teknologi pati (Forpati) diresmikan pada selasa (15/5/2018) dalam acara focus group discussion (FGD) dan temu bisnis di gedung Pusat Informasi Bisnis Teknologi dan Techno Park (PIBTT-BPPT) Bandar Lampung. Soni Solistia, Deputi kepala BPPT Bidang Teknologi Agro dan bioteknologi, mengatakan bahwa dengan adanya forum komunikasi ini harapannya antara perguruan tinggi, pelalu industri serta pihak terkait lebih sinergi, mendapat informasi sesuai yang dibutuhkan.

Sesi pertama, FGD dengan menghadirkan nara sumber, antara lain dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang Teknologi Peningkatan mutu dan Produktivitas Ubikayu, Perkembangan Industri Pati di Indonesia oleh perwakilan dari Asosiasi Tepung Tapioka Indonesia (ATTI) dan Perumusan Standar Mutu Tepung Tapioka berdasarkan peruntukannya dari Badan Standarisasi Nasional (BSN). Prospek Pengembangan Pati pada Industri Pati Farmasi disampaikan oleh Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) – BPPT, Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyampaikan tentang Prospek Pengembangan Pati Pangan, serta Kepala Balai Litbang Daerah Lampung menyampaikan tentang Kebijakan Pemerintah Propinsi Lampung dalam mendukung sinergi pelaku usaha dan ahli teknologi pati.

Kepala BPPT Lampung, Aton Yulianto, yang terpilih menjadi ketua dalam forum tersebut mengatakan, hasil dari forum ini nantinya akan dilakukan tindak lanjut, salah satunya dengan melakukan pertemuan rutin, dan diskusi saling bertukar informasi terkait dengan hasil riset maupun apa yang menjadi kebutuhan para pelaku usaha, sehingga kebutuhan industri bisa sejalan dengan riset yang dilakukan perguruan tinggi.

Program studi teknik biosistem, teknologi industri pertanian dan teknologi pangan, Institut Teknologi Sumatera ikut bergabung dalam forum tersebut selaku perwakilan perguruan tinggi. Amna Citra Fahrani, dosen teknik biosistem Institut Teknologi Sumatera ikut memaparkan topik tentang teknologi peralatan pengolahan pasca panen sumber daya pati. Teknik biosistem didorong untuk mampu mengembangkan inovasi dibidang peralatan pasca panen untuk proses pemanenan ubi kayu di lapangan dan proses pengolahan pati skala industri. Pihak perguruan tinggi diharapkan mampu menciptakan inovasi-inovasi riset tentang ubikayu dan pati ubi kayu dan berkoordinasi dengan pihak pelaku usaha guna meningkatkan citra kota lampung sebagai kota penghasil ubi kayu.


Tinggalkan Komentar



Copyleft Admin Teknik Biosistem - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)